- Views: 1
- Report Article
- Articles
- Computers
- Computer Games
Croatia melaju diatas beban mereka sendiri namun tidak mampu mengalahkan takdir dan perancis
Posted: Aug 18, 2021
. CROATIA MELAJU DIATAS BEBAN MEREKA SENDIRI NAMUN TIDAK MAMPU MENGALAHKAN TAKDIR DAN PERANCIS
Luka Modric adalah salah satu pemain terbaik di dalam Piala Dunia namun, untuk semua kualitas seperti kesatria yang dimiliki oleh para rekan satu tim miliknya, kunci dari keputusan yang ada di dalam garis batas pergi ke arah yang berlawanan dengan negara yang berpenduduk empat juta jiwa itu.
Ivan Perisic telah melakukan hal yang lebih dari sebagian banyak orang untuk menyalakan petualangan Piala Dunia milik Croatia, untuk membawa mereka ke dalam daerah yang belum terpetakan dan untuk membuat sebuah negara kecil ini yang memiliki hati yang besar bisa untuk bermimpi mendapatkan kejayaan yang tertinggi.
Sang pemain sayap yang mengagumkan ini mengukir legenda dirinya dengan sebuah gol indah pada paruh waktu pertama yang menunjukkan tidak hanya tentang sentuhan dan kegarangannya namun sikap "tidak pernah berkata mati" dari dirinya sendiri dan rekan satu timnya. Croatia berada pada posisi skor imbang 1-1, mereka adalah tim yang lebih baik pada titik pertandingan final saat itu - sekitar pada waktu setengah jam pertandingan - dan saat itu sangat mudah untuk membayangkan pemandangan yang jadi menggila kembali di sana di Zagreb.
Takdir akan menjadi bandar dari kartu yang merusak Perisic dan tiap satu orang dari empat juta sahabat seperjuangan miliknya. Ketika Blaise Matuidi melompat untuk dan melewatkan tendangan sudut dari Antoine Griezmann, Perisic berjarak sekitar sejauh satu yard dibelakang dirinya dan tidak di dalam posisi untuk melesatkan tangannya ke arah belakang. Sentuhan antara bola dengan tangan telah terjadi di sana dan ketika seruan dari Perancis yang berapi-api itu datang, sang wasit, Nestor Pitana, setuju bahwa dia harus melihat kembali kejadian itu untuk memastikannya.
Tampilan ulang dalam gerakan lambat itu terlihat buruk bagi Perisic dan itu menjadi jelas kesimpulan macam apa yang akan diraih oleh Pitana. Griezmann berhasil memasukkan pinalti tersebut dan Croatia bisa terselimuti dengan ketidakadilan. Itu adalah keputusan yang sangat mendekati batas dan, pada waktu ini, di sana tidak ada jalan kembali untuk Zlatko Dalic dan para sekumpulan petarung miliknya.
Tim Didier Deschamps tidak dalam bisnis untuk melepaskan keunggulan itu begitu saja. Mereka mungkin telah pernah melakukannya satu kali, dengan permainnya yang sudah disesuaikan dengan gaya serangan balik milik mereka, mereka tidak akan melakukannya seperti itu lagi. Mereka dengan ahli memindahkan itu dibalik lawan mereka dan, ketika semua itu sudah berakhir, perasaan patah hati itu menjadi milik mereka yang mengenakan baju kotak-kotak berwarna merah dan putih.
Dalic meminta sebuah rangkulan bersama kepada para pemainnya, berbicara kepada mereka dari hati ke hati dan, ketika mereka bubar dari itu, di sana terdapat sebuah tepuk tangan yang sangat menggelegar dari suporter pendukung Croatia dibelakang gawang. Di sana hampir tidak ada mata yang kering, bahkan dari pria tangguh seperti sang Dejan Lovren.
Itu hampir mustahil untuk tidak merasa tergerak pada saat upacara setelah pertandingan itu yang dimana Luka Modric, yang memang layak, mengambil penghargaan untuk pemain terbaik di dalam turnamen tersebut.
Sang kapten tim Croatia itu terlihat hancur, tercekik. Di sana tidak akan terdapat senyuman pada saat dirinya menerima penghormatan individual itu.
Para fans Croatia menyimpan kemarahan mereka untuk kepada Pitana, ketika pria Argentina itu pergi untuk mengambil medali miliknya di sana tidak diragukan lagi pasti ada beberapa gumaman tentang konspirasi dari mereka. Kenapa sebuah negara kecil itu menemukan diri mereka di sisi yang salah pada sebuah keputusan besar?
Pada saat akhirnya, walau begitu, ketika hujan mulai turun, confeti berwarna emas mulai jatuh dan kembang api mulai menyala dan meledak, disana bisa terdapat kebanggaan. Dalic dan para pemainnya telah di dalam bayang-bayang selama turnamen ini oleh pencapaian dari Kelas pada tahun 98, tim Croatia besar yang telah mencapai semi final di dalam Piala Dunia Perancis. Mereka telah terus menerus dikatakan bahwa mereka mungkin akan mengulangi pencapaian itu. Mereka telah melakukan lebih dari itu, meruntuhkan halangan psikologis dalam proses mencapainya. Tidak sejak tahun 1998 Croatia memenangkan sebuah pertandingan knockout di dalam sebuah turnamen besar.
Itu adalah sebuah final yang berdetak dengan warna dan suara, dengan nada yang di tentukan oleh pertunjukkan sebelum pertandingan yang menampilkan bintang Will Smith, Ronaldinho memukul drum samba dan semua jenis tari-tarian yang ada di sana. Energi disana meledak dan bahkan sebuah elemen yang terlihat memperkuat perasaan dari sebuah suasana primal yang epic. Hujan itu turun dengan sebuah guyuran besar ketika sang petir bergemuruh dan kilat menyambar.
Perjalan Croatia melewati babak Knockout tersebut telah diwarnai dengan karakter permulaan yang lambat. Mereka kebobolan pada awal ketika melawan Denmark dan, walau mereka segera menyamakan kedudukan setelah itu, itu membutuhkan sedikit waktu bagi mereka untuk menemukan langkah mereka. Melawan Russia dan England, mereka adalah yang kedua terbaik pada paruh waktu pertama. Tidak di sini. Pemain Dalic terus menekan dan melaju pada saat permulaan pembuka dan pada saat kebobolan pertama itu adalah sebuah pil yang pahit.
Croatia tahu tentang semua ancama dari tendangan bebas milik Perancis. Namun Mario Mandzukic akan menampilkan ekspresi yang mirim dengan kegilaan setelah meilhat tendangan bebas milik Griezmann melesat melewati atas kepalanya dan masuk ke dalam gawang ketika gol penting kedua milik Perancis juga mendapatkan akarnya dari sebuah bola mati. Di sana tidak terapat pertanyaan lagi bahwa Griezmann telah mendapatkan tendangan bebas melewati Marcelo Brozovic untuk pertama kalinya, dan yang lebih buruk akan menyusul bagi Croatia.
Tim Dalic telah berjaya dihadapan para musuh mereka, menjinakkan semangat kesatria yang telah dikatakan oleh beberapa pemain mereka memang mengalir di darah negara mereka - sebuah produk setelah ditempa di dalam perang dan bertahan dari sekian banyak kesulitan yang ekstrim. Kebanggaan nasional yang telah di setiap gerakan mereka dan itu telah menolong mereka untuk menggali keteguhan hati segar yang baru dari jauh di dalam.
Tidak dalam titik manapun kepala mereka pernah menduduk, bahkan setelah Kylian Mbappe sudah membuatnya menjadi skor 4-1, dan tidak pada titik manapun mereka berhenti mendorong. Ini, ingat, adalah sebuah tim yang telah bermain di dalam waktu tambahan pada tiga pertandingan mereka yang sebelumnya. Gol Perisic menyusul untuk menyamakan kedudukan melawan England namun, pada kali ini, di sana tidak akan ada pengembalian. Perancis akan menunjukkan semua pengetahuan dan kelas mereka.
Terakhir kalinya untuk negara sekecil itu bisa berhasil ke dalam final Piala Dunia adalah Uruguay pada tahun 1950 - mereka telah mengalahkan Brazil - dan di sana terdapat sebuah alasan kenapa populasi Croatia telah menjadi tema yang terus muncul. Negara dengan penduduk empat juta jiwa tidak akan dengan mudah untuk memiliki pukulan sekuat ini.
Perjalanan itu telah dimulai diantara krisis pada bulan Oktober lalu, ketika Ante Cacic telah digantikan oleh Dalic ketika kualifikasi sedang bergantung pada kesimbangannya. Dalic akan memenangkan pertandingan final yang menentukan di Ukraina dan kemudian sebuah play off melawan Yunani sebelum dirinya dan skuadnya masuk pas ke Russia. Dengan Modric dan beberapa dari anggota timnya mulai masuk pada usia ke 30 mereka, di sana terdapat sebuah perasaan bahwa itu akan menjadi sekarang atau tidak kapanpun juga bagi mereka pada soal hadiah terbesar sepak bola. Di sana tidak ada yang bisa menutupi rasa sakit mereka.
jika ingin bermain game online deposit pulsa xl dan telkomsel tanpa potongan silahkan saja berkunjung ke situs kami di:
https://mpo369.org/
https://34.101.81.77/
https://202.95.10.126/
https://128.199.205.61
dimana situs ini sudah sangat nyaman dan aman untuk dijadikan tempat kalian bermain dan sudah menjadi tempat andalan para penjudi profesional.
blog kami:
absintheandlyrics beesandbuttercups aduniversalisecclesiae bridalhood corinabrandusan londonslostrivers mojkotija-beata olgavanouito pixel-manie phalenshappyaccidents romy-buchard ruthillustreert sheeplessinseattle ukhwah-dhearty whatyoumustread wenzlau
https://indah9999.blogspot.com/ https://macan99.blogspot.com/ https://macanbola369.blogspot.com/
terima kasih
Rate this Article
Leave a Comment